KRISTEN ADALAH AGAMA WAHAM, WAHAM BERSAMA

KRISTEN ADALAH AGAMA WAHAM, WAHAM BERSAMA

by Penjaga Kitabullah on Friday, October 12, 2012 at 8:52pm ·
 

PublicFriendsOnly MeCustomClose FriendsFamilySee all lists…AcquaintancesGo Back

 

KRISTEN ADALAH AGAMA WAHAM, WAHAM BERSAMA

 

SEORANG BAYI DILAHIRKAN DALAM KEADAAN SUCI/ FITRAH

 

صحيح مسلم ٤٨٠٣: حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ

ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ

{ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ }

الْآيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ كِلَاهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً وَلَمْ يَذْكُرْ جَمْعَاءَ

Shahih Muslim 4803: 

Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat? ‘ 

Lalu Abu Hurairah berkata; ‘Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yang berbunyi: ‘…tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.’ (QS. Ar Ruum (30): 30). …dst

 

 

HANYA ISLAM AGAMA YANG DIRIDLOI OLEH ALLAH DAN AGAMA YANG SESUAI DENGAN FITRAH MANUSIA

 

QS 30:30

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ [٣٠:٣٠]

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

﴿٣٠﴾

 

 

JIKA ANDA BERTANYA KEPADA SESEORANG ANAK YANG SUDAH MAMPU BERFIKIR, TETAPI MASIH BERSIH DENGAN DOGMA-DOGMA KEYAKINAN YANG BEGITU MEMAKSA, AYAT-AYAT BERIKUT INI.

 

SIAPAKAH YESUS DAN SIAPAKAH “ALLAH” YANG BERADA DISEBELAHNYA, PASTILAH MEREKA AKAN MENJAWAB DENGAN JUJUR, BAHWA YESUS BERADA DISEBELAH ALLAH, TUHAN YANG SEBENARNYA.

 

DAN BILA ANDA MENANYAKAN KEPADA MEREKA SAMAKAH YESUS DENGAN “ALLAH” YANG BERADA DI SEBELAHNYA, PERCAYALAH, MEREKA AKAN MENJAWAB DENGAN TEGAS, TENTU TIDAK SAMA.

 

Kisah para rasul 7

 

(55) Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 

 

(56) Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” 

 

Markus 16

 

(19) Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

 

BILA TERNYATA JAWABA MEREKA TIDAK SEPERTI YANG SAYA SAMPAIKAN, MAKA HANYA ADA DUA KEMUNGKINAN, ANAK TERSEBUT SUDAH MENDAPAT BOCORAN SOAL, ATAU ANAK TERSEBUT GILA. LEKASLAH BAWA KE SEORANG DOKTER AHLI JIWA ANAK, AGAR GILANYA TIDAK KETERUSAN.

 

 

BILA ANDA MENANYAKAN KEPADA ANAK-ANAK TERSEBUT, KEPADA SIAPAKAH YESUS BERSYUKUR DI DALAM AYAT BERIKUT INI ? PASTILAH MEREKA AKAN MENJAWAB, BAHWA YESUS BERSYUKUR KEPADA “BAPA” NYA. 

 

DAN BILA MEREKA KEMBALI DITANYA SAMAKAH YESUS DENGAN “BAPA” NYA, PASTILA MEREKA JUGA AKAN MENJAWAB, TENTU TIDAK SAMA.

 

BILA TERNYATA SEKALI LAGI JAWABAN MEREKA TIDAK DEMIKIAN, MAKA ANAK TERSEBUT SUDAH MENDAPAT PESAN UNTUK MENJAWABNYA DENGAN CARA SEPERTI ITU, ATAU KALAU TIDAK ANAK TERSEBUT MEMANG MULAI GILA. SEKALI LAGI SEGERA BAWALAH ANAK TERSEBUT KE DOKTER AHLI JIWA ANAK, AGAR TIDAK BERLANJUT KEGILAANNYA.

 

Yohanes 11

 

(41) Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

 

 

DEMIKIAN JUGA BILA ANDA MENANYAKAN AYAT BERIKUT, KEPADA SIAPAKAH YESUS TERSUNGKUR SUJUD DAN BERDOA ? MEREKA PASTI AKAN MENJAWAB BAHWA YESUS SUJUD DAN BERDOA KEPADA “BAPA”. 

 

DAN BILA ANDA BERTANYA SEKALI LAGI SAMAKAH YESUS DENGAN “BAPA” ? PASTILAH MEREKA AKAN MENJAWAB BAHWA YESUS TENTU BERBEDA DENGAN “BAPA”.

 

BILA JAWABANNYA TERNYATA MEMANG TIDAK SEPERTI YANG SAYA SAMPAIKAN, YAKINLAH, ANAK TERSEBUT BENAR-BENAR GILA. BILA KEMUDIAN ANAK TERSEBUT HIDUP, TIDAK AKAN BANYAK GUNANYA, KARENA KEGILAANNYA MEMBAHAYAKAN BANYAK ORANG, KARENA BAHKAN BISA MENULAR.

 

MAKA SEGERALAH MENCARI DOKTER AHLI JIWA ANAK, AGAR SEGELA MENDAPAT PERTOLONGAN DAN PERAWATAN.

 

Matius 26 TB

 

39* Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. “Bapa,” kata-Nya, “kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja.”

 

 

APA YANG SAYA SAMPAIKAN DIATAS SESUNGGUHYA BERHUBUNGAN DENGAN KEYAKINAN SEORANG ANAK TERSEBUT MENJELANG DEWASA KELAK.

 

Bila sejak kecil anak tersebut dikenalkan dengan pemikiran yang salah dan aneh, yang sesungguhnya tidak masuk di akalnya, hal tersebut secara perlahan juga akan bakal diyakininya. Anak tersebut lalu mulai belajar memaksa akal dan kalbunya untuk mempercayai hal tersebut sehingga keyakinan nya begitu kuat setelah dia dewasa.

 

Di dalam bidang kedokteran, keyakinan terhadap sesuatu yang salah tersebut disebut waham. Ada beberapa jenis waham sehubungan dengan hal yang diyakini tersebut misalnya “WAHAM KEBESARAN”, merasa dirinya lebih dari orang lain, bahkan merasa dirinya mampu melakukan hal-hal yang tidak masuk akal sekalipun. Sebagai contoh seseorang yang memiliki “waham kebesaran” adalah Paulus, ketika dia merasa yakin bahwa kelak manusia akan mengadili para malaikat.

 

 Korintus 6

 

3* Apakah kalian tidak tahu bahwa kita akan mengadili malaikat-malaikat? Lebih-lebih lagi perkara-perkara kehidupan sehari-hari!

 

 

Jadi pengertian waham adalah merupakan salah satu jenis gangguan jiwa, dimana seorang penderita yang mengalaminya akan merasa sangat yakin tentang sesuatu walaupun hal tersebut adalah salah dan tidak masuk akal. Tetapi sebenarnya penderita memang sungguh-sungguh tidak menyadari bahwa hal yang diyakininya tersebut adalah salah.

 

Yang jadi masalah adalah, ternyata bahwa ada beberapa jenis wahan yang dapat ditularkan, misalnya “WAHAM PARANOID BERSAMA”. Misalnya seorang yang memiliki waham atau keyakinan bahwa “Islam adalah agama yang buruk”, lalu setiap hari anak-anak nya yang masih kecil diberitahu dan diperingatkan akan hal tersebut, maka setelah dewasa anak-anak tersebut juga akan menderita waham, mereka akan meyakini bahwa “Islam adalah agama yang buruk”.

 

Seorang anak kecil yang selalu diajak berfikir tentang sesuatu yang salah tetapi dianggap benar, maka di dalam perkembangan jiwanya kelak setelah dewasa, si anak tersebut akan meyakini bahwa hal yang salah tersebut adalah sesuatu yang benar.

 

Dan hasil pengamatan saya, “Kristen” adalah salah satu jenis waham, karena anak kecil yang semula menganggap Yesus juga memiliki tuhan seperti layaknya manusia, tetapi karena selalu di doktrin oleh lingkungan dan keluarganya, bahwa Yesus sebenarnya adalah jelmaan tuhan itu sendiri, walaupun Yesus seringkali berdoa kepada tuhan, maka sianak tersebut kelak akan meyakini bahwa pemikiran tersebut adalah benar.

 

 

CONTOH KASUS, “TRUE STORY”, demi Allah berikut ini adalah true story…

 

Seorang Anak yang masih SD, saling berbicara dengan seorang temannya yang beragama kristen. Lalu anak yang beragama Islam bertanya kepada temannya yang Kristen ,” Orang kristen itu menyembah Tuhan siapa ?”

 

Lalu apa jawab teman nya yang Kristen tersebut, yang mungkin disebabkan akalnya yang masih murni dan jujur, dia menjawab tanpa beban, ” Ya terkadang menyembah Yesus, terkadang juga menyembah Allah 

?”

 

Saya yang ikutan mendengar percakapan tersebut, sesungguhnya merasa lucu, tetapi bahkan terharu, mudah-mudahan Allah lalu kasihan kepada mereka dan memberinya hidayah. Jawaban tersebut tidak akan begitu bila anak kristen tersebut sudah dewasa. Pasti jawabannya seperti jawaban Theos Anner  atau Transformasi Indonesia.

 

Kesimpulan saya adalah bahwa “KRISTEN ADALAH AGAMA WAHAM”, “WAHAM BERSAMA”, yang dapat ditularkan kedalam jiwa anak-anak, sehingga mereka menjadi kristen yang Full-Blown setelah dewasa, bahkan lebih kristen dari pada pendirinya Paulus.

 

 

Catatan :

 

Maaf bila saya kurang tepat menerangkan masalaha waham, karena pelajaran tersebut sudah lama sekali saya terima, dari mata pelajaran “KEDOKTERAN JIWA”, yang diajarkan oleh Prof. Maramis, dan lagian akhirnya saya tidak menjadi Ahli Jiwa.

 

https://www.facebook.com/notes/penjaga-kitabullah/kristen-adalah-agama-waham-waham-bersama/356200234472626

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s